MALANG – Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Kampus Malang setelah berhasil memenangkan Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta, Rabu (16 April 2026). Pencapaian luar biasa ini membuktikan bahwa Kampus Malang terus berkontribusi signifikan dalam mendorong inovasi dan pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi di tingkat nasional.
Tim yang meraih kemenangan ini terdiri dari tiga mahasiswa dari berbagai program studi, yakni Muhammad Rizki Pratama (21) dari Program Studi Teknik Informatika, Siti Nurhaliza Widyastuti (22) dari Program Studi Teknik Elektro, dan Budi Santoso (20) dari Program Studi Teknik Mesin. Mereka berhasil mengalahkan 47 tim peserta dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia dengan proyek inovatif bertajuk “SmartFarm IoT: Sistem Manajemen Pertanian Cerdas Berbasis Internet of Things untuk Petani Kecil Menengah”.
Proyek revolusioner ini dirancang khusus untuk membantu petani Indonesia, terutama petani skala kecil dan menengah di daerah Malang dan sekitarnya, dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui teknologi canggih. Sistem yang dikembangkan memungkinkan petani untuk memonitor kondisi lahan, kelembaban tanah, intensitas cahaya, dan suhu melalui aplikasi mobile yang user-friendly. Dengan teknologi Internet of Things (IoT) dan artificial intelligence (AI), petani dapat mengoptimalkan penggunaan air dan pupuk, sehingga meningkatkan hasil panen hingga 40 persen sambil menekan biaya operasional.
Kompetisi yang bergengsi ini diikuti oleh mahasiswa dari universitas-universitas ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan berbagai perguruan tinggi lainnya. Peserta diseleksi melalui beberapa tahapan ketat, mulai dari seleksi administratif, evaluasi desain dan inovasi, hingga presentasi final di hadapan dewan juri yang terdiri dari para ahli industri, akademisi, dan perwakilan pemerintah.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini,” ujar Muhammad Rizki Pratama saat diwawancarai di Ruang Temu Kampus Malang pada Kamis (17 April 2026). “Proyek SmartFarm IoT ini adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi intensif tim kami selama delapan bulan. Kami percaya bahwa teknologi seharusnya memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal,” tambah mahasiswa berusia 21 tahun ini dengan penuh antusiasme.
Siti Nurhaliza Widyastuti, yang bertanggung jawab dalam pengembangan hardware dan sistem sensor, menceritakan bahwa ide awal proyek ini berasal dari observasi langsung terhadap petani di desa-desa sekitar Malang. “Kami melihat bahwa banyak petani yang masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengelola lahan mereka. Mereka tidak memiliki akses ke informasi real-time tentang kondisi pertanian mereka. Dari situ, kami terinspirasi untuk menciptakan solusi yang terjangkau, mudah digunakan, dan dapat diadaptasi oleh petani dengan berbagai tingkat literasi teknologi,” jelas Nurhaliza.
Sedangkan Budi Santoso, yang mengembangkan aspek mekanis dan integrasi sistem, menerangkan bahwa tantangan terbesar dalam proyek ini adalah membuat sistem yang robust dan tahan terhadap kondisi lapangan yang ekstrem. “Kami harus melakukan testing berkali-kali, dari laboratorium hingga lapangan pertanian langsung. Kami memastikan bahwa setiap komponen dapat bertahan dalam berbagai kondisi cuaca, dari panas terik hingga musim hujan,” kata Budi dengan suara penuh keyakinan.
Keberhasilan tim mahasiswa Kampus Malang ini tidak lepas dari dukungan penuh dari institusi kampus, khususnya dari pembimbing akademik dan fasilitas laboratorium yang memadai. Dosen pembimbing proyek ini, Dr. Endra Joelianto, M.Sc. dari Program Studi Teknik Informatika, menyampaikan kegembiraannya atas prestasi mahasiswa binaannya.
“Saya sangat terkesan dengan dedikasi, kreativitas, dan kemampuan analitis ketiga mahasiswa ini. Mereka tidak hanya memiliki pengetahuan teknis yang solid, tetapi juga pemahaman mendalam tentang konteks sosial dan ekonomi dari permasalahan yang mereka selesaikan. Ini adalah pendekatan holistik yang sebenarnya harus dimiliki oleh setiap engineer muda Indonesia,” ujar Dr. Endra Joelianto dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Rektor Kampus Malang.
Rector Kampus Malang, Prof. Dr. Hadi Sutrisno, M.Sc., juga mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tersebut dan menekankan komitmen kampus dalam mengembangkan ekosistem inovasi yang kondusif. “Prestasi ini bukan hanya milik ketiga mahasiswa pemenang, tetapi merupakan hasil dari kerja keras seluruh civitas akademika Kampus Malang. Ini membuktikan bahwa visi kami untuk menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan berkarakter, berkualitas, dan berorientasi pada penyelesaian masalah masyarakat telah dimulai terwujud dengan baik,” kata Prof. Hadi dalam akses media yang dimuat langsung.
Rektor lebih lanjut menjelaskan bahwa Kampus Malang telah menginvestasikan sumber daya yang signifikan dalam mengembangkan berbagai fasilitas pendukung inovasi, termasuk makerspace, fabrication lab, dan innovation hub. “Kami percaya bahwa inovasi tidak datang dari ruang kelas semata, tetapi dari proses eksperimen berkelanjutan, kolaborasi lintas disiplin, dan keterbukaan terhadap gagasan-gagasan baru. Inilah yang kami coba ciptakan di kampus ini,” jelasnya.
Direktur Program Studi Teknik Informatika, Prof. Dr. Andri Pranolo, S.Kom., M.Cs., menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi tambahan bagi program studi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. “Kami akan terus mengembangkan kurikulum yang relevan dengan industri dan kebutuhan masyarakat. Kami juga akan mendorong lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam kompetisi dan penelitian tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Pencapaian mahasiswa Kampus Malang ini memberikan dampak positif yang jauh melampaui sekadar penghargaan akademis. Pertama, proyek SmartFarm IoT telah menarik perhatian beberapa perusahaan teknologi dan investor yang tertarik untuk mengembangkan dan mengkomersialkan sistem ini. Pihak kampus telah membentuk sebuah tim khusus untuk mengevaluasi peluang kerjasama dan licensing agreement dengan pihak ketiga, sambil tetap memastikan bahwa dampak sosial tetap menjadi prioritas utama.
Kedua, prestasi ini juga menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lain di Kampus Malang untuk terus berinovasi dan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik tingkat nasional dan internasional. Bagian Kemahasiswaan kampus telah menerima lonjakan signifikan dalam registrasi peserta untuk mengikuti berbagai kompetisi dan program pengembangan keterampilan.
Ketiga, pencapaian ini memperkuat reputasi Kampus Malang sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan kemampuan inovasi dan problem-solving mahasiswanya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Kampus Malang bagi calon mahasiswa berkualitas tinggi dari seluruh Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, tim pemenang akan melakukan perjalanan studi ke beberapa universitas terkemuka di negara-negara maju seperti Singapura, Jepang, dan Belanda untuk mempelajari ekosistem startup dan inovasi yang telah matang di negara-negara tersebut. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan wawasan berharga untuk pengembangan lebih lanjut dari proyek SmartFarm IoT.
Kampus Malang juga telah mengumumkan bahwa mahasiswa pemenang akan menerima berbagai insentif, termasuk beasiswa penuh untuk semester sisa mereka, akses prioritas ke fasilitas penelitian premium, dan peluang untuk menjadi research assistant di beberapa lab unggulan kampus. Selain itu, ketiga mahasiswa ini akan diundang untuk berbagi pengalaman mereka dalam serangkaian seminar dan workshop yang akan diselenggarakan untuk mahasiswa-mahasiswa tahun junior.
Dalam konteks yang lebih luas, prestasi ini juga memiliki implikasi penting bagi upaya Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi dan inovasi. Kemendikbudristek, melalui Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam, M.S.E., Ph.D., mengatakan bahwa kompetisi seperti KITN 2026 merupakan bagian integral dari strategi nasional untuk mengubah Indonesia dari resource-dependent economy menjadi innovation-driven economy.
“Kami melihat bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga dapat bersaing di tingkat global. Prestasi mahasiswa Kampus Malang ini adalah bukti nyata dari potensi tersebut. Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan ekosistem inovasi di perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” ujar Nizam dalam konferensi pers virtual.
Kesuksesan kompetisi ini juga menjadi momentum untuk Kampus Malang dalam merefleksikan dan merevitalisasi misi mereka sebagai pusat pembelajaran dan inovasi yang inklusif dan berdampak sosial. Rencana ke depan kampus mencakup perluasan program magang di industri teknologi, penguatan kerjasama dengan UMKM lokal untuk aplikasi teknologi, dan pengembangan lebih lanjut dari berbagai program entrepreneurship dan technology transfer.
Dengan prestasi ini, Kampus Malang telah mendemonstrasikan bahwa lokasi geografis, baik di pusat maupun di daerah, bukanlah hambatan untuk menghasilkan inovasi berkualitas tinggi. Semangat kolaboratif, akses ke teknologi, dan ekosistem yang suportif adalah faktor-faktor kunci yang membuat perbedaan. Ini adalah pesan yang optimis tidak hanya bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia, tetapi juga bagi generasi muda yang bermimpi untuk menciptakan perubahan positif melalui inovasi dan teknologi.
Ke depannya, mata publik akan terus memantau perkembangan dari proyek SmartFarm IoT untuk melihat bagaimana inovasi ini akan diimplementasikan di lapangan dan memberikan dampak nyata kepada petani-petani Indonesia. Sekalipun perjalanan menuju komersializasi dan skalabilitas masih panjang, pencapaian awal ini telah membuktikan bahwa mahasiswa-mahasiswa Indonesia memiliki kapabilitas untuk menciptakan solusi inovatif yang berguna bagi masyarakat.
Penutup
Prestasi cemerlang yang diraih oleh mahasiswa Kampus Malang dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 menandai babak baru dalam perjalanan institusi pendidikan ini sebagai pusat pengembangan inovasi dan teknologi. Dengan dukungan penuh dari kampus, dosen pembimbing yang berdedikasi, dan semangat kolaboratif yang kuat, ketiga mahasiswa ini telah menunjukkan bahwa mimpi besar dapat direalisasikan melalui kerja keras, kreativitas, dan komitmen terhadap perubahan sosial positif.
Diharapkan, kesuksesan ini akan menginspirasi lebih banyak mahasiswa Kampus Malang dan perguruan tinggi lainnya di Indonesia untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi oleh bangsa.
—
Penulis: Reyhan Maftuh
Jurnalis Kampus Malang
17 April 2026